Keinginan yang menular

gilanggautamaputra:

kita melakukan sesuatu berdasarkan dari keinginan, bisa keinginan yang memang diinginkan atau bisa saja keinginan yang tidak diinginkan

keinginan tersebut mungkin bisa didasari dari inspirasi atau hal yang diperhitungkan oleh pikiran mampu membuat kita bahagia, berkesan, terbaik, atau bahkan mampu menjadi pribadi yang lebih baik

intinya keinginan melakukan sesuatu tujuannya hanya untuk membuat diri senyaman dan seaman mungkin, oleh karena itu pastilah keinginan tersebut dibentuk dan dikemas sebaik mungkin, kenapa? ya karena perhitungan dari pikiran kita membentuk bahwa keinginan tersebut jika dilaksanakan akan membuat diri kita nyaman, aman, dan mungkin mampu berguna bagi orang lain.

kasarannya keinginan diri kita hanya untuk kepuasan kita pada khususnya dan dimungkinkan akan berguna bagi orang lain pada umumnya.

contoh kasusnya yang simpel aja, pernahkah kita tiba” terpikir untuk melakukan suatu perjalanan yang dikarenakan melihat hasil pendokumentasian teman yang sangat menarik?

pernahkah kita merasa kalau album foto-foto kita di facebook cuma itu-itu saja yang akhirnya membuat kita ingin melakukan perjalanan juga?

kita terbentur dengan masalah, kita terinspirasi oleh sesuatu, kita mengharapkan hal-hal yang istimewa….

dialektikanya gini, kenapa kita ingin liburan ke pantai?

mungkinkah karena apa yang kita lihat di pantai itu memang indah?

mungkinkah karena melihat teman kita yang bermain di pantai itu sangat bahagia?

atau mungkinkah karena kita belum pernah merasakan keunikan bermain di pantai?

semua kemungkinan itu bisa jadi mengstimulir kita untuk ingin pergi ke pantai, ingin merasakan keindahan pantai, ingin merasakan suasana pantai, ingin jauh lebih merasakan apa yang telah banyak orang lakukan dipantai.

dan setelah kita putuskan akan melaksanakan keinginan kita untuk pergi ke pantai, tentunya kita akan merencanakan kegiatan itu sebaik mungkin semampu yang bisa kita lakukan, akhirnya kita mempunyai harapan besar akan keinginan dan kesuksesan kegiatan tersebut.

kenapa? karena ya itu tadi, kita selalu ingin melakukan yang terbaik melebihi kapabilitas orang lain untuk diri kita sendiri yang memungkinkan akan berguna juga bagi orang lain.

kita selalu ingin tau, selalu ingin ikut merasakan hal yang bahagia, selalu ingin menjadi bagian dari cerita hebat yang akan jadi sejarah hebat juga, kita selalu berusaha ingin menjadi yang istimewa.

pertanyaan konfliknya,

bagaimana jika keinginan bahkan harapan kita tidak bisa kita lakukan?

bagaimana jika keinginan bahkan harapan itu bisa kita lakukan tetapi tidak bisa menjadi bagian dari cerita hebatnya?

atau

bagaimana jika keinginan bahkan harapan itu bisa kita lakukan tetapi tidak mampu menjadi yang istimewa?

bagaimana jika keinginan bahkan harapan itu bisa kita lakukan tetapi tidak jauh lebih baik dari apa yang orang lain rasakan?

sedihkah? atau relakan saja dengan membiarkan segala keistimewaan dari cerita hebat yang nantinya akan menjadi sejarah hebat itu berlalu dan berjalan menghantui dalam kehidupan kita?

memang sulit untuk menerima kenyataan bahwa yang kita usahakan dan lakukan atau bahkan yang akan kita rencanakan itu sia-sia, tidak berkesan, apalagi istimewa. tapi kita masih mampu untuk menjadikan kenyataan itu untuk pecutan tentang tidak kenal keputus asaan.

ya betul, ikhlaskan saja.

lagi lagi solusi tepatnya ikhlaskan saja :)

Jika kita tidak mampu menjadi emas yang terang disungai, jadilah saja batu terbaik diantara emas yang terang !

12/08/2011 Waktu Indonesia Bagian Barat saat matahari akan segera terbit di Bandung selatan.

Indonesia dalam cinta//gilang gautama putra.